iklan KM Umsini milik Pelni sebagai sarana Isolasi Terapung Terpusat di Makasar, Sulawesi Selatan (dok Hubla)
KM Umsini milik Pelni sebagai sarana Isolasi Terapung Terpusat di Makasar, Sulawesi Selatan (dok Hubla)

Disusul nantinya KM. Tatamailau dengan kapasitas 458 bed (448 bed untuk pasien dan 10 bed untuk nakes), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Bitung untuk melayani Masyarakat Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.

Kemudian KM. Bukit Raya dengan kapasitas 463 bed (450 bed untuk pasien dan 13 bed untuk nakes), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Belawan Kota Medan.

Selanjutnya ada pula KM. Sirimau dengan kapasitas 460 bed (449 bed untuk pasien dan 11 bed untuk nakes), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Sorong untuk melayani Masyarakat Kota Sorong.

Selanjutnya KM. Tidar dengan kapasitas 929 bed (873 bed untuk pasien dan 56 bed untuk nakes), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Jayapura untuk melayani Masyarakat Kota Jayapura.

Keenam, KM Lawit dengan kapasitas 437 bed (419 bed untuk pasien dan 18 bed untuk nakes), yang ditempatkan di Lampung.

“Tiap-tiap tempat tidur antar pasien isolasi mandiri telah diberikan sekat (recovery capsule) dengan pemisahan berdasarkan jenis kelamin,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya Lumban Tobing juga mengatakan, seluruh kapal yang digunakan untuk isolasi terpusat ini adalah kapal dengan status port stay. Dari data, ada 10 kapal Pelni yang saat ini dalam kondisi port stay.

“Policy kami dalam port stay kapal adalah kapal yang tidak ada muatan kontainer. Karena meski jumlah penumpang sedikit, kami tetap berusaha membawa kontainer yang muatannya pada umumnya bahan pokok dari Pulau Jawa ke luar, dan utamanya ke arah timur seperti Sulawesi, Maluku dan Papua,” pungkas Insan. (git/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images